CDIA Serap Dana IPO Rp1,21 Triliun hingga Tahun 2025

Rabu, 14 Januari 2026 | 11:32:42 WIB
CDIA Serap Dana IPO Rp1,21 Triliun hingga Tahun 2025

JAKARTA - Realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham menjadi indikator penting dalam menilai keseriusan emiten menjalankan rencana bisnisnya. 

PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), emiten infrastruktur yang tergabung dalam Chandra Asri Group, mulai menunjukkan progres pemanfaatan dana IPO secara bertahap hingga akhir 2025. 

Langkah ini mencerminkan upaya perseroan memperkuat fondasi usaha melalui penyertaan modal ke sejumlah entitas anak yang bergerak di sektor pelabuhan dan logistik maritim.

Hingga 31 Desember 2025, CDIA telah menyerap sekitar setengah dari total dana IPO yang dihimpun. Dari dana bersih yang diperoleh, perseroan merealisasikan penggunaan sebesar Rp1,21 triliun, sesuai dengan rencana yang tertuang dalam prospektus. 

Realisasi tersebut menandai fase awal implementasi strategi ekspansi CDIA, sekaligus memperlihatkan arah penguatan bisnis pendukung industri petrokimia dan energi di dalam grup usaha.

Realisasi Dana IPO Hingga Akhir Tahun

PT Chandra Daya Investasi Tbk mencatat serapan dana hasil IPO sebesar Rp1,21 triliun hingga akhir 2025. Dana tersebut merupakan bagian dari total dana bersih IPO sebesar Rp2,35 triliun yang diperoleh setelah dikurangi biaya penawaran umum senilai Rp19,4 miliar. Sebelumnya, CDIA melaksanakan IPO pada Juli 2025 dan berhasil menghimpun dana sebesar Rp2,37 triliun.

Dari total realisasi tersebut, sebesar Rp634,4 miliar digunakan sebagai setoran modal kepada PT Chandra Shipping International (CSI) dan PT Marina Indah Maritim (MIM). Selain itu, perseroan juga menyalurkan dana sebesar Rp571,8 miliar sebagai setoran modal kepada PT Chandra Samudera Port (CSP).

Penggunaan dana ini dilakukan secara bertahap, sejalan dengan kebutuhan pendanaan masing-masing proyek yang dijalankan oleh entitas anak. Manajemen menegaskan bahwa realisasi tersebut telah disesuaikan dengan rencana penggunaan dana yang tercantum dalam prospektus IPO.

Alokasi Modal Ke Entitas Anak

Berdasarkan prospektus IPO, CDIA memang merencanakan penyaluran dana sebesar Rp871,8 miliar kepada CSI dan MIM. Sebagian dana yang diterima CSI selanjutnya akan disalurkan kembali kepada Chandra Maritime International Pte Ltd (CMI). 

Dana tersebut digunakan untuk pembelian kapal serta pembiayaan operasional yang mendukung kegiatan logistik dan transportasi laut.

Sementara itu, sisa dana IPO sebesar Rp1,48 triliun dialokasikan sebagai setoran modal kepada CSP. Dana tersebut kemudian akan diteruskan kepada PT Chandra Cilegon Port (CCP). 

Adapun peruntukan dana ini direncanakan untuk mendukung pembangunan tangki penyimpanan, pipa penyalur ethylene, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya di kawasan pelabuhan.

Melalui alokasi tersebut, CDIA berupaya memperkuat infrastruktur logistik dan pelabuhan yang menjadi bagian penting dari rantai pasok industri petrokimia. Penguatan entitas anak ini diharapkan dapat memberikan kontribusi jangka panjang terhadap kinerja operasional dan keuangan perseroan.

Sisa Dana Dan Penempatan Sementara

Dengan realisasi penggunaan dana hingga akhir 2025 tersebut, CDIA masih memiliki sisa dana IPO sekitar Rp1,15 triliun. Dana yang belum digunakan itu ditempatkan di Bank DBS Indonesia dalam bentuk rekening giro. Penempatan dana ini memberikan tingkat suku bunga sebesar 4,75% per tahun.

Manajemen menilai penempatan sementara ini sebagai langkah konservatif sambil menunggu kebutuhan pendanaan proyek selanjutnya. Dengan demikian, dana yang belum direalisasikan tetap dapat memberikan imbal hasil, sekaligus menjaga likuiditas perseroan untuk mendukung ekspansi usaha ke depan.

Keberadaan sisa dana IPO ini juga memberi fleksibilitas bagi CDIA dalam menyesuaikan jadwal realisasi proyek dengan kondisi pasar dan perkembangan industri. 

Perseroan menegaskan komitmen untuk tetap menjalankan penggunaan dana sesuai rencana yang telah disampaikan kepada publik.

Obligasi Chandra Asri Mulai Diperdagangkan

Seiring dengan realisasi dana IPO CDIA, perkembangan lain datang dari induk usaha dalam grup, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA). 

Bursa Efek Indonesia resmi mencatatkan Obligasi Berkelanjutan V Chandra Asri Pacific Tahap I Tahun 2025 yang diterbitkan oleh TPIA. Obligasi tersebut mulai tercatat dan dapat diperdagangkan di BEI sejak 14 Januari 2026.

Pencatatan obligasi ini didasarkan pada surat PT Chandra Asri Pacific Tbk nomor CAP/TRY-154/I/2026 tertanggal 2 Januari 2026 serta surat BEI nomor S-00152/BEI.PP1/01-2026 tertanggal 6 Januari 2026. 

Obligasi Berkelanjutan V Tahap I diterbitkan dengan nilai pokok sebesar Rp1,5 triliun, sebagai bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan dengan target penghimpunan dana maksimal Rp6 triliun.

Seluruh obligasi tersebut memperoleh peringkat idAA- dari PEFINDO, dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk bertindak sebagai wali amanat. 

Obligasi diterbitkan dalam tiga seri dengan tingkat bunga tetap dan jangka waktu berbeda. Seri A memiliki nilai pokok Rp150 miliar dengan bunga 6,50% per tahun dan tenor tiga tahun. 

Seri B diterbitkan sebesar Rp350 miliar dengan bunga 7,00% per tahun dan jangka waktu lima tahun. Sementara Seri C memiliki nilai terbesar Rp1 triliun dengan bunga tetap 7,50% per tahun dan tenor tujuh tahun.

Tanggal emisi obligasi ditetapkan pada 13 Januari 2026 dengan jatuh tempo masing-masing seri pada 13 Januari 2029, 13 Januari 2031, dan 13 Januari 2033. 

Seluruh obligasi ditawarkan dengan harga 100% dari nilai pokok dan menggunakan skema pelunasan penuh pada saat jatuh tempo. Pembayaran bunga dilakukan setiap tiga bulan, dengan pembayaran pertama dijadwalkan pada 13 April 2026. Obligasi ini tidak dijamin dengan jaminan khusus, namun dijamin dengan seluruh harta kekayaan perseroan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Terkini